Gerai Cinta
Gerakan deteksi dini dan edukasi pada calon pengantin untuk pencegahan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
About Gerai Cinta
Latar belakang inovasi ini adalah pada penanganan masalah stunting yang harus dilakukan secara komprehensif, terpadu, dan bersifat multi sektoral. Catin sebagai sasaran intensif dan spesifik rencana aksi nasional dalam pencegahan dan penurunan stunting yaitu dari masa remaja, usia muda (catin), wanita usia subur sehingga diharapkan pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui secara sehat akan menghasilkan generasi yang berkualitas.
Gerai Cinta merupakan gerakan deteksi dini dan edukasi pada calon pengantin untuk cegah stunting. Dimana inovasi ini berbentuk sebuah pergerakan dalam penggalangan komitmen dan kolaborasi antar lintas program dan lintas sektor antara lain dengan Kecamatan, KUA, P5A, Sekolah, dan Kepala Desa.
Calon pengantin wajib mendapatkan pelayanan terlebih dahulu ke Puskesmas Ciasem dan akan mendapatkan sertifikat layak menikah dari Puskesmas sebagai syarat wajib untuk melanjutkan pendaftaran ke KUA.
Panduan
Buku Saku
" Pernikahan adalah awal terbentuknya sebuah keluarga sehingga sebelum menikah catin perlu mempersiapkan kondisi kesehatannya agar melahirkan generasi penerus yang sehat dan keluarga bahagia. "
Filosofi Pernikahan
"Akad/janji nikah yang diucapkan atas nama Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan awal dari kesepakatan bagi calon pengantin untuk saling memberi ketenangan dengan mengembangkan hubungan atas dasar saling cinta dan kasih."
Penyebutan nama Tuhan Yang Maha Esa dalam akad/janji pernikahan berarti bahwa saling bertanggungjawab antara satu dengan yang lain, dan juga bertanggungjawab pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang dilakukan sebagai suami istri.
Akhir dari halaman materi. Anda bisa menutup menu ini.
Informasi Pranikah
Pilih materi yang ingin Anda pelajari:
Kesehatan Reproduksi
Dalam melakukan peran sebagai pasangan, suami dan istri haruslah memiliki kesehatan lahir dan batin yang baik. Salah satu indikasi calon pengantin sehat adalah kondisi kesehatan reproduksinya baik.
Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi kegiatan reproduksi tersebut.
Masalah kesehatan reproduksi dapat terjadi sepanjang siklus hidup manusia, seperti saat kehamilan, persalinan, dan nifas, serta penyakit menular seksual.
Pembagian peran sosial perempuan dan laki-laki mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan terutama dalam isu-isu kesehatan reproduksi. Namun keterlibatan, motivasi, serta partisipasi laki-laki dalam kesehatan reproduksi masih rendah.
Perempuan lebih rentan dalam menghadapi risiko kesehatan reproduksi seperti kehamilan, melahirkan, pemakaian alat kontrasepsi dan aborsi yang tidak aman. Selain itu perempuan juga lebih rentan secara sosial maupun fisik terhadap penularan IMS, termasuk HIV AIDS karena struktur alat reproduksinya.
Status kesehatan reproduksi laki-laki sangat mempengaruhi status kesehatan pasangannya. Laki-laki juga mempunyai masalah kesehatan reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan IMS termasuk HIV AIDS.
Hak Reproduksi
Kedua calon pengantin mempunyai kebebasan, hak dan tanggungjawab yang sama dalam memutuskan kapan akan mempunyai anak, berapa jumlah anak, dan jarak kelahiran.
Hak reproduksi harus menjamin keselamatan dan keamanan calon pengantin, termasuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang kesehatan reproduksi dan seksual. Informasi ini meliputi penyakit menular seksual dan pencegahannya agar terlindungi dari IMS dan ISR.
- Calon pengantin berhak untuk memperoleh informasi dan pelayanan KB yang aman, efektif, terjangkau, dan sesuai pilihan tanpa paksaan.
- Pihak perempuan berhak mendapat pelayanan kesehatan yang dibutuhkan agar sehat dan selamat dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, serta memperoleh bayi yang sehat.
Hubungan Suami Istri
Harus didasari penghargaan terhadap pasangan masing-masing dan dilakukan dalam kondisi yang diinginkan bersama tanpa unsur pemaksaan, ancaman, dan kekerasan.
Organ Reproduksi
1. Organ Reproduksi Perempuan
- a. Ovarium (Indung Telur): Organ yang terletak di kiri dan kanan rahim. Berfungsi mengeluarkan sel telur (ovum) sebulan sekali secara bergiliran. Bila tidak dibuahi, akan keluar bersama darah menstruasi.
- b. Tuba Fallopii (Saluran Telur): Saluran yang mengantar ovum dari indung telur menuju rahim.
- c. Fimbrae (Umbai-umbai): Berfungsi menangkap sel telur yang dikeluarkan indung telur.
- d. Uterus (Rahim): Tempat janin berkembang, bentuknya seperti buah pir. Dindingnya terdiri dari Parametrium (luar), Myometrium (tengah/otot kontraksi), dan Endometrium (dalam/tempat menempel sel telur).
- e. Serviks (Leher Rahim): Berbatasan dengan vagina. Membuka saat persalinan agar bayi dapat keluar.
- f. Vagina (Liang Kemaluan): Saluran keluarnya darah menstruasi, hubungan seksual, dan jalan lahir bayi.
- g. Klitoris (Kelentit): Organ kecil yang paling peka rangsangan, banyak mengandung syaraf.
- h. Labia (Bibir Kemaluan): Terdiri dari bibir besar (labia mayor) dan kecil (minor).
- i. Perineum: Jaringan di antara vagina dan anus. Berperan penting dalam persalinan.
2. Organ Reproduksi Laki-Laki
- a. Testis (Buah Zakar): Berjumlah dua buah untuk memproduksi sperma setiap hari. Berada dalam skrotum karena pembentukan sperma butuh suhu lebih rendah dari badan.
- b. Skrotum (Kantung Buah Zakar): Kantong kulit yang melindungi dan mengatur jarak testis ke dinding perut agar suhu stabil.
- c. Vas Deferens (Saluran Sperma): Saluran yang menyalurkan sperma menuju saluran kencing.
- d. Prostat & Vesikula Seminalis: Kelenjar yang menghasilkan cairan mani (semen) untuk memberikan makanan pada sperma.
- e. Penis: Berfungsi sebagai alat hubungan seksual dan saluran air seni/sperma. Kulit penutup depannya disebut foreskin/preputium (bagian yang dipotong saat sunat untuk mencegah infeksi/kanker).
Persiapan Kesehatan
A. Pendahuluan & Persiapan Fisik
Persiapan ini penting untuk deteksi dini penyakit maupun faktor risiko yang mempengaruhi kesehatan reproduksi. Pemeriksaan kesehatan meliputi:
- Suhu & Nadi
- Frekuensi Nafas
- Tekanan Darah
- Berat & Tinggi Badan
- Lingkar Lengan (LILA)
- Tanda Anemia
- Darah Rutin (Hb, Rhesus)
- Urin Rutin
- Gula Darah, HIV, IMS
B. Imunisasi Tetanus
- Imunisasi Td melindungi ibu dan bayi dari Tetanus.
- Tiap Wanita Usia Subur (15-49 thn) diharapkan sudah mendapat 5 kali imunisasi lengkap (T5).
- Jika status belum lengkap, catin perempuan harus melengkapinya di Puskesmas.
C. Persiapan Gizi
Status gizi ditentukan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LILA). Ambang batas normal LILA adalah 23,5 cm. Kurang dari itu artinya mengalami Kurang Energi Kronik (KEK).
- Konsumsi makanan bergizi seimbang.
- Catin perempuan dianjurkan minum Tablet Tambah Darah (TTD) seminggu sekali.
- Bagi yang KEK / Anemia, wajib konsultasi tatalaksana ke fasilitas kesehatan.
Proporsi ISI PIRINGKU:
4 Pilar Gizi Seimbang:
Menjaga Kesehatan Organ
Organ reproduksi perlu dijaga kesehatannya agar dapat berfungsi dengan baik. Beberapa tips untuk menjaga kesehatan organ reproduksi antara lain:
Ganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari.
Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.
Bersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang menggunakan air bersih dan keringkan dengan handuk/tisu yang tidak lembab.
Khusus untuk Perempuan:
- • Tidak boleh terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina.
- • Jangan memakai pembalut tipis dalam waktu lama.
- • Pergunakan pembalut ketika menstruasi dan ganti paling lama 4 jam sekali.
- • Bila sering keputihan berbau dan berwarna, segera periksakan diri ke Puskesmas.
Khusus untuk Laki-Laki:
Sangat dianjurkan untuk disunat demi menjaga kebersihan organ reproduksi secara maksimal.
Kehamilan & Kontrasepsi
Informasi lengkap tentang Kehamilan:
Masa Subur
Masa subur adalah saat indung telur (ovarium) melepaskan sel telur (ovum) yang sudah siap dibuahi ke tuba fallopi. Periode ini adalah saat di mana konsepsi (pembuahan) paling mungkin terjadi.
- Dapat diketahui dengan menghitung siklus ovulasi.
- Puncak masa subur biasanya terjadi 13 hari setelah hari pertama haid.
Tanda-tanda Masa Subur:
Bertekstur lengket dan kental. Menjelang puncak, berubah menjadi bening dan lebih cair.
Hormon estrogen & progesteron meningkat sehingga hasrat seksual lebih tinggi.
Suhu tubuh naik sedikit (+0,5°C) dan payudara terasa lebih lunak/sensitif.
Perempuan Layak Hamil
Proses Kehamilan
Tanda-tanda Kehamilan
Tidak mendapat menstruasi/haid pada siklus berikutnya (telat datang bulan).
Timbul rasa mual, muntah-muntah, dan pusing (terutama pagi hari) serta sering buang air kecil.
Penurunan atau hilang nafsu makan.
Hasil tes kehamilan (Test Pack) menunjukkan positif (+).
Pada usia kehamilan lanjut, terdengar detak jantung janin dan perut membesar beserta gerakan janin.
Kehamilan Ideal
Kehamilan yang ideal adalah yang direncanakan, diinginkan, dan dijaga perkembangannya. Namun ada kalanya terjadi kehamilan yang tidak diinginkan seperti akibat hubungan seks pranikah, tidak pakai KB (unmet need), atau gagal KB.
Jarak kelahiran ideal: 3 - 5 Tahun.
Waspadai Risiko Komplikasi
- Terlalu muda untuk hamil (< 20 tahun)
- Terlalu tua untuk hamil (> 35 tahun)
- Terlalu sering hamil (anak > 3)
- Terlalu dekat/rapat jarak kehamilan (< 2 tahun)
- Terlambat mengenali tanda bahaya dan mencari medis
- Terlambat tiba di fasilitas kesehatan
- Terlambat mendapat pertolongan medis yang adekuat
Emosi Ibu Hamil
Setiap kehamilan perlu didukung oleh suami dan keluarga. Ibu hamil juga tidak boleh dibebani pikiran/pekerjaan berat. Berikut kondisi emosi yang biasa dialami:
-
Mudah tersinggung, sensitif, uring-uringan, manja, mudah marah, tidak semangat.
-
Perasaan lelah, tak nafsu makan, susah tidur nyenyak, merasa sesak akibat perubahan fisik.
-
Mencemaskan perubahan fisiknya, khawatir pada bayi, khawatir belum siap jadi orang tua (mental/ekonomi).
-
Ingin diperhatikan (ngidam makanan sulit), yang semata-mata karena butuh kasih sayang suami.
Metode Kontrasepsi (KB)
Bagi pasangan yang belum ingin segera memiliki anak atau istri berusia kurang dari 20 tahun, dapat menunda kehamilan menggunakan salah satu metode KB yang sesuai. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan!
Kondisi Kesehatan
Kondisi yang perlu diwaspadai oleh pasangan calon pengantin. Pilih materi:
Anemia
Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah kurang dari normal (12 mg/dL). Sekitar 1 dari 5 wanita usia subur di Indonesia menderita Anemia.
- Lesu
- Letih
- Lemah
- Lelah
- Lunglai
- Sering pusing & berkunang-kunang
- Pertumbuhan janin terhambat
- Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
- Lahir prematur & cacat bawaan
- Risiko perdarahan saat melahirkan
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Minum Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet/minggu sebelum hamil, dan 1 tablet/hari selama kehamilan.
- Mengobati penyakit penyerta (cacingan, malaria, dll).
Infeksi Menular Seksual
IMS adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual.
- Keluar cairan tidak wajar/bernanah dari alat kelamin atau anus.
- Rasa perih, nyeri, panas saat kencing.
- Luka terbuka, lecet, atau kutil (seperti jengger ayam) di sekitar kelamin.
- Bengkak pada lipatan paha / kantung zakar.
- Sakit perut bawah (di luar haid), keluar darah usai berhubungan, atau demam.
Jenis-Jenis IMS:
Gejala: Laki-laki keluar nanah kental dari kelamin. Perempuan sering tanpa gejala atau keluar cairan kuning/putih.
Komplikasi: Kemandulan, hamil di luar kandungan, bayi lahir buta.
Gejala: Luka koreng bulat/lonjong, dasar bersih, tidak nyeri. Kelenjar lipat paha membesar.
Komplikasi: Ibu hamil dapat keguguran, bayi cacat atau lahir mati.
Gejala: Bintil/lenting berkelompok, sangat nyeri. Bersifat kambuhan jika stres/lelah.
Komplikasi: Seumur hidup dan memicu masuknya infeksi lain.
Gejala: Keluar cairan encer bernanah, leher rahim mudah berdarah.
Komplikasi: Kemandulan, radang, bayi lahir dengan radang mata pemicu kebutaan.
Gejala: Bintil kutil pada daerah lembab, kambuhan seumur hidup.
Komplikasi: Kanker penis (laki-laki) dan Kanker mulut rahim (perempuan).
IMS: Gerbang Menuju HIV AIDS
Tidak semua IMS dapat diobati (HIV, Herpes, Jengger Ayam tidak bisa sembuh). HIV paling berbahaya karena merusak kekebalan tubuh, dan HIV sangat mudah menular jika seseorang sudah mengidap IMS.
HIV / AIDS
HIV adalah virus penyebab AIDS. AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya kekebalan tubuh.
- Hubungan seksual tidak aman (tanpa kondom).
- Transfusi darah atau alat medis tercemar HIV.
- Jarum suntik bergantian (narkoba).
- Dari ibu ke bayi (kehamilan, persalinan, ASI).
- Makan/minum dari piring/gelas yang sama.
- Bersentuhan, pelukan, jabat tangan.
- Tinggal serumah, pakai toilet/kolam bersama.
- Gigitan nyamuk/serangga.
- Lakukan Tes HIV saat awal kehamilan.
- Jika ibu positif, minum obat ARV teratur seumur hidup agar virus terkontrol.
- Gunakan kondom setiap berhubungan seksual.
- Berikan ARV pencegahan (profilaksis) pada bayi yang dilahirkan.
Infeksi Saluran Reproduksi
ISR adalah masuk dan berkembangbiaknya kuman di saluran reproduksi. ISR dapat ditularkan tanpa melalui hubungan seksual (karena faktor kebersihan/jamur).
Gejala: Gatal hebat, kemerahan, bengkak, keluar cairan gumpalan seperti susu kental berbau asam.
Pencegahan: Jaga kebersihan kelamin, pastikan pakaian dalam bersih & kering.
Gejala: Vagina berbau amis (terutama usai berhubungan), cairan putih keabu-abuan melekat di dinding vagina.
Komplikasi: Ketuban pecah dini pada ibu hamil, lahir prematur.
Gejala: Cairan banyak bernanah/berbusa, bau seperti ikan busuk, gatal hebat.
Kekurangan Gizi (KEK)
KEK (Kurang Energi Kronik) adalah keadaan kurang gizi menahun. Diukur melalui Lingkar Lengan Atas (LILA). Ambang batas aman LILA di Indonesia adalah 23,5 cm.
- Anemia berat
- Risiko perdarahan & keguguran
- Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
- Stunting pada anak
- Cacat bawaan / bayi lahir mati
Infertilitas
Infertilitas adalah kondisi pasangan yang rutin berhubungan seksual tanpa KB selama minimal 12 bulan, namun belum mampu mempunyai anak.
Faktor Risiko Gaya Hidup:- Merokok, obesitas, gizi buruk, konsumsi alkohol.
- Stres dan olahraga terlalu berat / diforsir.
- Konsumsi obat tertentu (herbal/antibiotik/obat otot) tanpa resep.
- Terpapar panas ekstrim, radiasi, atau pestisida.
- Gangguan ovulasi (haid tidak lancar, PCOS).
- Infeksi saluran reproduksi (Gonore, Chlamidia, TB).
- Endometriosis (perlekatan/distorsi anatomi).
- Gangguan uterus (Mioma, Polip).
- Kelainan saluran reproduksi bawaan/infeksi.
- Suhu testis meningkat (akibat varikokel atau lingkungan).
- Kelainan hormon endokrin / kelainan genetik.
- Paparan polusi / radikal bebas parah.
Hepatitis B
Hepatitis B merupakan peradangan hati akibat virus. Menular melalui cairan tubuh (darah, vagina, sperma). Sering disebut Silent Killer karena sering tanpa gejala hingga hati hancur (sirosis/kanker).
- Demam, mual, muntah
- Kencing gelap seperti teh
- Mata dan kulit menguning
- Imunisasi Hepatitis B (3 kali: bulan ke 0, 1, dan 6)
- Hindari pisau cukur/sikat gigi bergantian
95% penularan berasal dari IBU HAMIL ke bayi yang dikandungnya!
Diabetes Melitus
Penyakit kronis akibat tingginya gula darah (>200 mg/dL). Tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin dengan baik.
- Banyak Minum
- Banyak Makan (tapi BB turun drastis)
- Sering Kencing
- Luka sulit sembuh, mudah ngantuk, mata kabur
- Bayi lahir sangat besar (raksasa)
- Bayi kuning (hiperbilirubinemia)
- Ibu berisiko keracunan kehamilan (Hipertensi/Preeklampsia)
- Bayi berisiko mengidap diabetes saat dewasa
Malaria
Penyakit akibat parasit Plasmodium yang hidup dalam sel darah merah, ditularkan melalui nyamuk Anopheles. Pada ibu hamil dapat menyebabkan Anemia parah, keguguran, dan bayi berat lahir rendah.
- Tidur pakai kelambu nilon
- Pasang kawat nyamuk di ventilasi/jendela
- Gunakan krim anti nyamuk (lotion repellant)
TORCH
TORCH adalah kumpulan penyakit akibat Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex Virus.
- Makanan mentah/setengah matang yang tercemar kotoran hewan peliharaan (kucing, anjing, burung).
- Dari ibu ke janin (pasif).
- Kemandulan
- Cacat janin (hidrosefalus, buta, tuli)
- Kelainan saraf otak
Pencegahan: Vaksin MMR 3-6 bulan sebelum hamil, masak daging sampai matang sempurna, dan cuci tangan usai pegang hewan peliharaan.
Thalassemia
Kelainan genetik pembentuk sel darah merah yang menyebabkan darah mudah pecah (anemia parah). Penyakit ini diturunkan oleh orang tua.
Skrining darah sebelum menikah! Jika kedua pasangan ternyata berstatus "Pembawa Sifat Thalassemia", disarankan untuk tidak hamil/punya anak kandung karena anak berisiko tinggi menderita Thalassemia Mayor (butuh transfusi darah rutin seumur hidup).
Hemofilia
Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah bawaan, di mana darah sangat sulit membeku bila terjadi luka.
(Materi detail sedang dalam pembaruan)
Deteksi Dini Kanker
Pilih materi yang ingin Anda baca:
Kanker Payudara
Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit payudara.
Faktor Risiko
- Merokok atau terpapar asap rokok
- Riwayat keluarga (ibu/saudara) memiliki kanker payudara
- Menopause (berhenti haid) >50 tahun
- Menstruasi pertama kali sebelum usia 12 tahun
- Tidak memiliki anak / infertilitas
- Melahirkan anak pertama setelah usia 35 tahun
- Tidak pernah menyusui
- Riwayat penyakit tumor jinak payudara
- Pola diet buruk (tinggi lemak, rendah serat, alkohol, pengawet) / Obesitas
Tanda-Tanda
- Penambahan ukuran payudara yang tak biasa
- Salah satu payudara menggantung lebih rendah
- Lekukan seperti lesung pipit pada kulit
- Pembengkakan lengan atas atau lipat ketiak
- Perubahan penampilan puting (tertarik ke dalam)
- Keluar cairan susu/darah dari puting secara tidak wajar
- Terdapat benjolan keras pada payudara
Deteksi Dini Kanker Payudara
- 1. SADARI (Periksa Payudara Sendiri): Dilakukan rutin hari ke 7-10 setelah hari pertama haid.
- 2. SADANIS (Periksa Payudara Klinis): Oleh dokter/bidan 1 tahun sekali.
- 3. USG Payudara: Untuk perempuan di bawah usia 40 tahun untuk mendeteksi massa kistik/padat.
- 4. Mammografi: Berkala untuk usia 40-50 tahun (2 tahun sekali) dan >50 tahun (tiap tahun).
Langkah-Langkah SADARI
Melihat payudara di cermin dengan tangan di samping tubuh, lalu angkat tangan ke atas. Perhatikan perubahan ukuran, bentuk, kerutan (kulit jeruk), atau puting tertarik ke dalam.
Bungkukkan badan untuk melihat apakah kedua payudara menggantung seimbang.
Lakukan perabaan payudara (bisa berdiri atau berbaring dengan bantal di bawah pundak).
Angkat satu lengan ke atas punggung. Gunakan jari tangan sebelahnya untuk meraba payudara dengan gerakan melingkar dari luar ke puting. Cubit puting perlahan, cek apakah ada cairan. Raba hingga ketiak.
Sambil berbaring, rasakan dengan teliti apakah terdapat benjolan atau penebalan aneh. Segera periksa ke dokter jika menemukan kejanggalan!
Kanker Leher Rahim
Kanker Leher Rahim (Serviks) adalah keganasan yang terjadi dan berasal dari sel leher rahim.
Pencegahan
Pencegahan primer kanker leher rahim dilakukan melalui pemberian Imunisasi HPV secara mandiri.
Deteksi Dini
- Dianjurkan untuk perempuan usia 30-50 tahun yang sudah berhubungan seksual, dilakukan rutin 3-5 tahun sekali.
- Bisa dilakukan di Puskesmas, Bidan, Klinik Swasta, atau Rumah Sakit.
- Metode yang umum digunakan adalah Tes IVA dan Pap Smear.
Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear:
-
Tes IVA: Hasilnya segera diketahui dalam 1 menit, biaya lebih murah, bisa dilakukan kapan saja kecuali saat hamil/haid banyak.
-
Pap Smear: Hasilnya membutuhkan waktu 1-2 minggu (karena diuji di laboratorium).
Gejala Stadium Lanjut
Pada stadium awal umumnya kanker ini tidak memiliki gejala. Namun pada stadium lanjut dapat muncul:
- Pendarahan pasca hubungan seksual
- Perdarahan tidak normal dari vagina (bercak hingga menggumpal)
- Keputihan berbau busuk
- Nyeri pinggang kronis saat buang air kecil atau buang air besar
Kehidupan Seksual
Kehidupan dan Gangguan Seksual Suami Istri
Kehidupan Seksual
Kehidupan seksual suami dan istri adalah suatu hubungan yang dibina oleh suami dan istri, dimana masing-masing pihak dapat memperlihatkan bentuk kasih sayang cintanya lewat sebuah tindakan pribadi yang dilakukan berdua.
Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Seksual:
Ada tidaknya penyakit, pola hidup, atau sedang dalam pengobatan tertentu.
Ada tidaknya stress, kejenuhan, serta suasana hubungan yang harmonis atau kadar cinta.
Pentingnya Komunikasi
Kehidupan seksual dalam rumah tangga tidak boleh berpihak hanya kepada satu orang saja. Keduanya harus dapat mengomunikasikan kebutuhan seksual, apa yang disukai, dan apa yang tidak disukai. Tujuannya agar kedua belah pihak dapat menikmati kehidupan seksual yang sehat dan berkualitas.
Pada dasarnya setiap orang dewasa memiliki dorongan hubungan seksual. Namun adakalanya dorongan tersebut terganggu baik pada istri (perempuan) maupun suami (laki-laki).
Gangguan pada Perempuan
Gangguan seksual yang sering ditemukan pada perempuan antara lain:
-
Gangguan Dorongan Seksual Dorongan seksual hipoaktif (frigid) atau dorongan seksual yang hiperaktif (nimfomania).
-
Gangguan Bangkitan Seksual Vagina yang kurang mengeluarkan cairan lubrikasi meskipun sudah dalam keadaan cukup terangsang.
-
Rasa Sakit (Dispareunia/Vaginismus) Rasa sakit atau tidak nyaman di area kelamin dan sekitarnya setiap kali berhubungan seksual.
-
Gangguan Orgasme (Anorgasmia) Tidak bisa atau sangat sulit untuk mencapai orgasme saat berhubungan seksual.
Gangguan pada Laki-laki
Gangguan seksual yang sering ditemukan pada laki-laki antara lain:
-
Gangguan Dorongan Seksual Dorongan seksual hipoaktif (frigid) atau hiperaktif (nimfomania).
-
Disfungsi Ereksi (Impotensi) Dapat disebabkan oleh faktor fisik (seperti penyakit Diabetes Mellitus) atau faktor psikis (seperti stress).
-
Gangguan Ejakulasi Kondisi berupa ejakulasi dini atau justru ejakulasi yang terhambat/lama.
-
Gangguan Orgasme Tidak bisa merasakan kepuasan atau orgasme saat berhubungan intim.
Mencegah Gangguan
Tips Mencegah Gangguan Seksual:
Selalu ingat bahwa kehidupan seksual adalah milik bersama dan dibina bersama pasangan.
Bersikap dan bicaralah secara terbuka apa adanya. Berhak tahu apa yang tidak disukai pasangan.
Jaga kesehatan tubuh dan jiwa. Tubuh yang sehat membangkitkan gairah.
Hindari gaya hidup tidak sehat (rokok, stress, kurang tidur, tidak olahraga) agar stamina tidak berkurang.
Jangan mengonsumsi obat/ramuan kuat yang tidak jelas efek sampingnya bagi ginjal & hati.
Jagalah keseimbangan antara kesibukan kerja dan relaksasi pikiran.
Selalu usahakan memiliki waktu khusus (Quality Time) hanya berdua bersama pasangan.
Jangan menjadikan hubungan seksual hanya sebagai tugas/rutinitas semata.
Harmonisasi Pasangan
Menjaga Kesehatan Jiwa & Harmonisasi Suami Istri
Sehat jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.
Ciri-ciri Sehat Jiwa:
Untuk menjaga harmonisasi pasangan suami istri, setiap catin perlu mengenali karakteristik dari masing-masing pasangan.
Karakteristik Pasangan yang Baik:
- 1 Mengetahui dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing yang sudah menjadi komitmen bersama.
- 2 Saling mengerti, menghormati, menghargai, dan menutupi kekurangan masing-masing pasangan kepada orang lain.
- 3 Bersama-sama menjaga kesehatan keluarga.
Kesetaraan Peran
Kesetaraan Peran Suami Istri dalam Rumah Tangga
Saling Menghargai
Pernikahan yang ideal dapat terjadi ketika suami dan istri saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Pengambilan Keputusan Bersama
Pengambilan keputusan di rumah tangga dilakukan secara bersama dan tidak memaksakan ego masing-masing.
Kerja Sama Rumah Tangga
Suami istri saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga, pengasuhan, dan pendidikan anak.
Dukungan Kehamilan & KB
Perencanaan kehamilan dan keikutsertaan ber-KB merupakan keputusan & tanggung jawab bersama. Suami memberikan dukungan penuh selama proses kehamilan, persalinan, dan pengasuhan.
Dukungan ASI Eksklusif
Suami wajib mendukung pelaksanaan pemberian ASI eksklusif untuk buah hati.
Tindak Kekerasan
GERMAS
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
GERMAS adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Tujuan GERMAS
Berdampak positif pada:
Kesehatan terjaga
Lebih Produktif
Lingkungan bersih
Biaya obat berkurang
Pelaksanaan GERMAS melalui:
-
Melakukan aktivitas fisik secara rutin
Kesehatan Reproduksi
[Silakan isi materi detail Kesehatan Reproduksi Anda di sini]
GERMAS
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
GERMAS adalah suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Tujuan GERMAS
Berdampak positif pada:
Pelaksanaan GERMAS melalui:
- Melakukan aktivitas fisik secara rutin
Kesehatan Reproduksi
[Silakan isi materi detail Kesehatan Reproduksi Anda di sini]
Ebooks
Manualbook
Panduan Teknis Alur Pelayanan Catin
Registrasi Gerai Cinta
Silakan isi data diri Anda di sini...